Penggunaan mobile e-commerce sudah memasuki tahap yang cukup masif. Isu-isu utama yang
berkaitan dengan m-commerce meliputi teknologi m-commerce (tools dan infrastruktur), aplikasi,
dan isu global. Keberadaan isu-isu tersebut memberikan panduan bagaimana sebaiknya bentuk atau
jenis pelayanan itu diberikan. Pelayanan berbasiskan lokasi sudah menjadi sebuah permintaan pasar
yang wajib dipenuhi oleh penyedia layanan, seiring dikonsepkannya bentuk pelayanan lain yang lebih
kompleks dimana pelayanan dirancang berdasarkan konteks kebutuhan setiap pengguna. Reliabilitas
transaksi juga merupakan bagian yang wajib diperhatikan dan diperbaiki dalam penyediaan setiap
jenis layanan yang ada untuk meningkatkan QoS (Quality of Service), termasuk di dalamnya
mengenai hal yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran online.
Alokasi Penghubung Berbasis Prioritas (Prioritized
Link Allocation)
Dalam menangani layanan dibutuhkan
algoritma untuk mendahulukan layanan
bertipe transaksi, karena layanan tipe ini
berdampak ekonomi pada pengguna layanan.
Prioritas selanjutnya diberikan pada layanan
bertipe pencarian informasi, dan layanan
bertipe messaging menempati urutan terakhir
karena layanan ini tidak sensitif terhadap
waktu.
Koneksi Melalui Rekan Terpercaya (Connectivity
Through Trusted Friends)
Jika kualitas jaringan menjadi buruk sebelum
transaksi selesai, terdapat dua alternatif yang
dapat dilakukan. Pertama, koneksi dibentuk
ulang secepat mungkin seiring dengan
pengguna berpindah ke lokasi yang memiliki
kualitas jaringan yang lebih baik. Kedua, jalur
koneksi diubah sehingga melibatkan pengguna
lain yang memiliki kualitas jaringan yang lebih
baik.
Koneksi Terdelegasi (Connectivity Through
Delegation)
Pertama-tama pengguna memilih transaksi
yang dinginkan, lalu pengguna mengirim
semua informasi yang dibutuhkan untuk
melakukan transaksi. Jika kualitas jaringan
menjadi buruk, access point dapat melibatkan
dirinya sendiri dalam sesi transaksi dan
mengambil alih transaksi dan
menyelasaikannya karena pengguna tidak
dapat menyelesaikan transaksi secara
langsung.
Salah satu tipe transaksi yang paling umum
adalah pembayaran online. Untuk
meningkatkan kualitas layanan dan
meningkatkan reliability dari transaksi pada
pembayaran online, metode-metode yang
digunakan dalam melakukan pembayaran
online terus mengalami evolusi.
Berikut adalah tiga jenis metode yang sering
umum digunakan beserta tahapan-tahapan
yang dilakukan dalam pelaksanaan transaksi:
Pemrosesan E-Credit Secara Konvensional
(Conventional E-Credit Processing)
1. Pembeli memesan barang dan
mengirimkan informasi kartu kredit ke
aplikasi shopping cart.
2. Aplikasi shopping cart mengirim informasi
kartu kredit ke payment gateway
(processor).
3. Processor memeriksa informasi dan
menentukan untuk meneruskan transaksi
atau tidak.
4. Processor meminta bank pembeli untuk
mengotorisasi pembayaran.
5. Bank tempat rekening pembeli melihat
informasi kartu kredit dan memeriksa
credit limit milik pembeli.
6. Processor menotifikasi shopping cart untuk
memberikan verifikasi kepada penjual dan
pembeli untuk mengotorisasi pembelian.
7. Processor mengirimkan permintaan
transfer dari bank pembeli ke bank penjual.
8. Bank pembeli melakukan transfer dana ke
rekening penjual.
Pihak Ketiga Penyedia E-Credit (Third Party ECredit
Providers)
1. Pembeli melakukan pemesanan.
2. Website milik penjual membawa pembeli
ke halaman milik third-party provider.
3. Pembeli memberikan informasi kartu
kredit kepada third-party provider.
4. Third-party provider akan melanjutkan
transaksi dengan melakukan transfer ke
rekening penjual secara periodik.
Person-to-Person E-Credit
1. Pembeli melakukan pemesanan.
©2007 – Ario Santoso, Rado Yanu Ardian, Wahyu Mirza 4
Silahkan secara bebas menggandakan rangkuman ini
2. Penjual memberikan informasi
pembayaran ke sistem PtP.
3. PtP memberikan notifikasi kepada pembeli
mengenai pembayaran.
4. Pembeli memasuki jaringan PtP untuk
mengakses dana pada akun PtP mereka.
5. Dana di transfer dari akun pembeli ke akun
penjual oleh sistem PtP.
Dari penjelasan di atas dapat dilihat bahwa
transaksi telah menjadi bagian yang sangat
penting bagi perkembangan m-commerce
terutama dalam LBS sebagai layanan yang
paling berkembang saat ini. Keterbatasan
sumber daya dan kemungkinan timbulnya
gangguan koneksi menyebabkan munculnya
tantangan baru bagi penyedia layanan untuk
meningkatkan reliability dari transaksi yang
diproses.